Videonya Mendunia, Ini Alasan Imam Salat di Bali Tetap Bertahan Saat Gempa

GEMPA berkekuatan 7 Skala Ritcher yang mengguncang Lombok dan Bali pada Minggu 5 Agustus malam menyisakan sebuah cerita yang mendunia, yaitu video seorang imam salat yang tetap bertahan saat bumi berguncang.

Dia adalah Arafat, imam salat di Musala As-Syuhada, Denpasar, Bali. Unggahan Facebook Live dari musala As-Syuhada, menjadi viral dan mendunia. Unggahan di akun Facebook musala tersebut sudah ditonton lebih dari 200.000 kali, disebar hampir 5.000 kali, dan mendapat hampir 9.000 tanggapan.

Video tersebut juga ikut disebarkan oleh ustaz Yusuf Mansur lewat akun Instagramnya, dan sudah ditonton lebih dari 400.000 kali dan mendapat lebih dari 4.000 komentar. Video Arafat yang bertahan di tengah gempa juga tersebar di media-media internasional, seperti The Guardian, Times of Israel, The Express Tribune di Pakistan, dan Kuwaiti Times.

Menurut takmir musala As-Syuhada, Denpasar, Pungkasandi Putra, Arafat bukanlah imam tetap di tempat ibadah tersebut. “Dia tinggal di sekitar musala. Dia datang sesekali untuk salat wajib, dan kebetulan di musala kita tidak ada imam tetapnya. Jamaah itu pada dorong-dorongan menyuruh untuk maju jadi imam. Baru seminggu ini (jadi imam),” kata Pungkasandi.

Dalam video itu, posisi Pungkasandi berada di belakang mimbar. “Sudah terasa seperti bangunan itu mau rubuh. Sebenarnya awal-awal merasakan gempa itu tidak terlalu kencang, jadi pas bacaan salat Al Fatihah di ujung mau ‘amin’ itu baru agak keras. Setelah itu terasa goncangan gempa yang keras disertai bunyi-bunyi dari atap, kayu-kayu, plafon, genteng-genteng itu kayak mau jatuh. Baru pada lari,” kata Pungkasandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *